Rekap-Kabar TPOLS: Juni-Juli 2025

oleh | Agu 10, 2025 | Fokus, Kabar, Reportase

Metode Pengumpulan Data: “Rekap-Kabar TPOLS” ditujukan sebagai media sirkulasi rangkuman berita yang beredar di berbagai platform sosial TPOLS dan kegiatan-kegiatan kolaborasi di Jaringan TPOLS, dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris). Dengan banyaknya serikat dan komunitas di jaringan TPOLS, “Rekap-Kabar TPOLS” membatasi lingkup pengumpulan data pada: (1) proses pendidikan, pengorganisasian, kampanye dan advokasi, yang melibatkan Sekretariat TPOLS; (2) isu atau masalah yang paling banyak dibagikan dan didiskusikan di beragam platform sosial TPOLS, seperti Grup WA, Zoom, Email, Website, Youtube, dan berbagai media sosial lainnya; (3) Prioritas pengumpulan informasi dalam rentang 1-2 bulan terakhir, tapi bisa meluas kalau masih ada keterkaitan isu.

 

Sepanjang Juni-Juli 2025, Sekretariat TPOLS banyak terlibat dalam agenda panguatan dan pengembangan aliansi baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Agenda penguatan aliansi ini berkaitan erat dengan masalah-masalah yang sudah mencuat dalam jaringan TPOLS dalam agenda pertukaran belajar. Keterlibatan ragam aktor juga berkonstribusi pada pengembangan agenda pertukaran belajar dan penguatan aliansi tersebut. Selama Juni-Juli 2025, setidaknya terdapat 3 bentuk aktivitas utama yang teridentifikasi oleh Sekretariat TPOLS, yaitu: (1) Kolaborasi Akademisi dan Serikat Buruh; (2) Pertukaran dan penguatan aliansi lokal dan internasional; dan (3) Berbagi informasi dan bahan belajar, serta menjajaki potensi pengembangan agenda bersama.

Kolaborasi Akademisi dan Serikat Buruh

Dalam jaringan TPOLS, akademisi merupakan kalangan yang aktif membangun dan mengembangkan kolaborasi dengan serikat buruh, terutama dalam  penelitian dan publikasi terkait masalah-masalah perburuhan. Beberapa dosen mengajak sekretariat TPOLS dan pengurus serikat buruh untuk terlibat perencanaan dan penyusunan agenda penelitian yang akan dilakukan oleh mahasiswanya. 2 mahasiswa dari universitas di Eropa sudah melakukan penelitian dan mempublikasikannya sebagai bahan belajar di jaringan TPOLS, di antaranya:

  • Stéphane Maminindriana, mahasiswa SOAS Universitas London, melakukan studi terkait kegagalan sistem pengelolaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di perkebunan sawit, yang dipublikasikan dengan judul “The Other Side of Safety” pada 12 Juni 2025;
  • Tabea Meuter, mahasiswa Universitas Bonn Jerman, sudah menyelesaikan penelitiannya terkait solidaritas di jaringan TPOLS serta mempublikasikannya di website TPOLS pada 30 Juni 2025 dengan judul “Solidarity as a Cultural Practice”, yang kemudian menjadi bahan pertukaran belajar melalui penyelenggaraan diskusi publik pada 28 Juli 2029, yang menghadirkan 2 pembicara dari Sierre Leone dan Indonesia untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terutama dalam pengorganisasian komunitas perempuan.


Bedah Tesis "Solidaritas sebagai Praktik Budaya"
Zoom Meeting, 28 Juni 2025

Selain mahasiswa yang sudah menyelesaikan studi dan publikasinya, beberapa dosen dari kampus Eropa dan Indonesia juga sedang merancang agenda penelitian mahasiswa di jaringan TPOLS, yang melibatkan sekretariat TPOLS dan serikat buruh di jaringan TPOLS.

Pertukaran dan Penguatan Aliansi Lokal dan Internasional

  • Penguatan Solidaritas dan Aliansi Lokal

Pada 6 Juli 2025, Komite Solidaritas Kalbar (KASBI, TPOLS, LIPS, LBH Kalbar, Link-Ar Borneo, AGRA Kalbar, dan SERBUK Kalbar) menghadiri agenda Serikat Pekerja Borneo Raya (SPBR-KASBI) dengan tema pendidikan dasar organisasi serta tasyakuran atas dipenuhinya beberapa tuntutan buruh, meski beberapa tuntutan lainnya masih terus diperjuangkan. Sebelumnya, SPBR-KASBI mengajak Komite Solidaritas Kalbar untuk bersama-sama merancang dan mempersiapkan kegiatan untuk memperkuat solidaritas yang sudah terbentuk.

Selain itu, Sekretariat TPOLS juga menghadiri kegiatan konsolidasi Serbuk Kalbar, yang dihadiri 7 Serikat Buruh Anggota (SBA) di sektor perkebunan sawit, pada 9 Juli 2025. Kegiatan ini tidak hanya sebagai agenda berbagi pengalaman dan saling belajar di antara SBA Serbuk Kalbar, tetapi juga dalam upaya merencanakan dan menemukan solusi atas permasalahan bersama.

Selain penguatan aliansi Kalbar, jaringan  TPOLS juga sedang merencanakan dan merancang berbagai agenda kolaborasi di berbagai wilayah, seperti Kalimantan Tengah, Sumatera, dan Sulawesi, yang akan dilaksanakan pada bulan-bulan berikutnya.

  • Penguatan Solidaritas dan Aliansi Internasional

Salah satu aliansi internasional, yang terdiri dari berbagai  organisasi di Eropa, Afrika dan Asia, sedang aktif melakukan kampanye terkait praktik-praktik pelanggaran dan pengrusakan yang dilakukan oleh perusahaan grup Socfin di Asia dan Afrika. Dalam Siaran Pers Bersama “Investigasi Menunjukkan Perkebunan Socfin/Bolloré Merugikan Komunitas di Afrika dan Asia”, aliansi internasional ini menunjukkan hasil investigasi dan kesaksian komunitas terdampak terkait masalah kekerasan seksual, pelanggaran perburuhan, perampasan tanah, pengusiran paksa, pembatasan mobilitas warga, perusakan situs sakral, dan pencemaran air minum masyarakat. Jaringan TPOLS mulai terhubung dengan aliansi sebagai tindak lanjut dari Konferensi Internasional “Transisi yang Adil di Sektor Industri Sawit” di Bern Switzerland pada 3-4 Desember 2024.

Peserta Konferensi Internasional “Transisi yang Adil di Sektor Industri Sawit”
Swiss, 3 - 4 Desember 2024 

Selain kampanye bersama, sekretariat TPOLS juga sedang berkolaborasi dengan beberapa jaringan internasional untuk menyusun bahan belajar berupa penerjemahan buku saku dan produksi video pendek, dari hasil pembelajaran komunitas-komunitas di berbagai negara di dunia, yang akan dipublikasikan di bulan-bulan berikutnya. Bahan-bahan belajar ini diharapkan mampu mendorong penguatan pertukaran belajar di antara jaringan TPOLS, serta memperkuat solidaritas internasional.

Berbagi Informasi dan Bahan Belajar, serta Menjajaki Potensi Pengembangan Agenda Bersama

Grup WhatsApp TPOLS-Network menjadi platform paling mudah dan cepat dalam berbagai informasi. Selain penyebaran kampanye dan advokasi dari berbagai kasus di Afrika, Pilipina, Malaysia, Papua, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi, Grup WA TPOLS juga menjadi media untuk mendiskusikan isu atau persoalan dengan minat yang sama. Beberapa persoalan yang dibagikan di Grup WA TPOLS mendapatkan banyak respon positif untuk dapat dikembangkan di jaringan TPOLS, di antaranya: artikel “An Afternoon in Sendai: Youth Activism, Foodbank and Community Farm” yang dianggap sebagai contoh inisitif bagus komunitas di Jepang karena mampu menyatukan mahasiswa, petani dan buruh migran; ebook dari hasil riset POREC (Policy Research Center) tentang kesenjangan antara upah dan kebutuhan riil, yang memang sudah menjadi perhatian besar di jaringan TPOLS pada tahun-tahun sebelumnya; kebutuhan pendidikan pengorganisiran buruh perempuan juga menjadi topik yang banyak didiskusikan di Grup WA setelah diskusi online bedah tesis Tabea; perancangan dan desakan untuk mengesahkan dan menerapkan Draf Akta Skim Perumahan Pekerja Ladang (RUU tentang skema perumahan publik bagi buruh perkebunan) yang dilakukan oleh Komite Dukungan Masyarakat Perkebunan (JSML) dan Partai Sosialis Malaysia (PSM). Skema perumahan buruh ini juga menjadi perhatian penting di Indonesia untuk memutus lingkaran kerentanan keluarga buruh.

Dari berbagai isu dan persoalan yang sedang berkembang, sekretariat TPOLS juga sedang menjajaki pengembangan agenda bersama di jaringan TPOLS, seperti pengembangan database kasus, percobaan modul pemeriksaan masalah dan pengorganisasian diskusi (Komik Peng), penyelenggaraan diskusi publik dari berbagai topik yang berkembang, serta merancang media-media belajar dan pertukaran lainya.

 

Catatan: Sekretariat TPOLS berharap, serikat dan komunitas terlibat aktif dalam mendokumentasikan dan membagikan kasus, berupa foto, video, pernyataan sikap dan berbagai dokumen terkait, sehingga memudahkan penggalangan solidaritas di antara jaringan TPOLS baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pin It on Pinterest