Suara Mulyanto: “Harapan dari Balik Penjara”

oleh | Mei 31, 2024 | Fokus, Perburuhan, Solidaritas

Sekilas Kriminalisasi Mulyanto: PT. Duta Palma Group tidak memenuhi hak-hak buruh, seperti pemotongan upah, jaminan kesehatan, selama 17 tahun hingga saat ini. Buruh melakukan mogok kerja dan aksi damai pada Mei, Juni, dan Agustus 2023. Namun pada 19 Agustus 2023, aksi damai buruh dibubarkan secara brutal dengan kabut gas air mata dan hujan peluru karet oleh aparat polisi. Berselang 2 bulanan, Mulyanto ditangkap dan ditahan oleh Polda Kalbar. Mulyanto dituduh melanggar Pasal 160 KUHP tentang penghasutan, Pasal 170 ayat (1) tentang perusakan, bahkan menggunakan Pasal 1 ayat (1) Undang Undang Darurat No 12 Tahun 1951 tentang penggunaan senjata api dengan ancaman hukuman maksimal yaitu hukuman mati, pada peristiwa 19 Agustus 2023. Saat ini, Mulyanto mendekam di penjara. Selama menunggu persidangan terakhir yang akan dilaksanakan minggu depan pada Kamis 6 Juni 2024, Mulyanto mengungkapkan harapannya dari balik penjara kepada teman-temannya.

Berikut ini tulisan Mulyanto* dari balik penjara:

____________________________________________________________________________________

Saudaraku semua, terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan atas perhatian kalian semua dalam kasus yang menjerat saya saat ini. Dalam kesempatan ini saya mohon untuk sekiranya diberi waktu guna menyampaikan beberapa kata dan pesan buat semua masyarakat, terutama para aktivis dan anak-anak muda penerus bangsa yang peduli dengan keadilan serta  kepastian HUKUM di republik ini.

Kasus seperti yang saya alami ini bukanlah yang pertama terjadi di Indonesia, terutama di Kalimantan Barat! Sebelumnya juga sudah pernah terjadi kasus-kasus serupa yang menimpa masyarakat dan buruh yang berupaya menuntut hak-haknya. Kita bisa lihat berita-berita seperti ini terjadi hampir setiap tahun di Indonesia. Saat terjadi gesekan masyarakat dengan perusahaan, maka aparat pasti hadir sebagai tameng perusahaan dengan dalih mengamankan, ujungnya masyarakat yang selalu menjadi tersangka!

Kita kembali tentang PT Duta Palma di Kalimantan Barat:

PT Duta Palma milik Surya Darmadi sudah sangat  banyak melakukan berbagai kejahatan di Kalimantan Barat, sudah tidak terhitung banyaknya masyarakat serta karyawannya sendiri dipenjarakan oleh perusahaan ini jika berniat mengungkap kejahatan PT Duta Palma.

Sejarahnya bisa kita telusuri bersama di media, bahkan fakta di lapangan akan lebih mengejutkan lagi, karena banyak kasus-kasus seperti saya ini tidak terungkap ke publik akibat akses publikasi selalu dihalang-halangi oleh berbagai macam intimidasi oknum aparat, juga semua pejabat yang punya koneksi ke perusahaan ini!

 

17 tahun hak plasma masyarakat tidak pernah terealisasi; 17 tahun hak normatif karyawan tidak diberikan, penyerobotan hutan lindung dan tanah masyarakat, bahkan izin-izin operasional perusahaan tidak lengkap dan beraktivitas secara ilegal!

Teman-teman, deretan kejahatan perusahaan ini bukanlah kejahatan biasa!!!

Perusahaan ini adalah mafia, yang berkuasa dan menggenggam hampir semua koneksi di pemerintahan baik pusat maupun daerah,  juga hukum di dalamnya!!!

Saat itu saya dan teman-teman seperjuangan  menghadapi mafia ini SENDIRIAN! Kemana pun kami pergi untuk mengadu bermaksud mencari penyelesaian masalah dengan damai, kami selalu berhadapan dengan pejabat-pejabat pemerintah yang tidak berkompeten dan terindikasi telah tunduk di bawah kaki PT Duta Palma!!!

Sehingga kami memutuskan untuk melakukan aksi di lapangan dengan damai, kami bertekad aksi tidak akan berhenti sampai perusahaan memenuhi hak-hak karyawan. Yang kami tuntut sebenarnya adalah sebuah kertas yang berisi perjanjian bersama agar ditandatangani bersama sesuai UU No. 13 tahun 2003 tentang tata cara penyelesaian perselisihan kerja!! Sebagai dasar etikad baik perusahaan untuk merealisasikan hak-hak normatif karyawan.

Kami tidak pernah meminta perusahaan agar hari itu juga merealisasikannya, namun kami mengajak “ayo bersama-sama dengan etikad baik menandatangani surat perjanjian bersama”.

Semua pejabat yang hadir saat di lapangan dan di meja perundingan juga penegak hukum pun tahu tentang permintaan kami ini, namun anehnya perusahaan menolak dan mereka yang hadir tidak bisa berbuat apa-apa!!! Hukum diinjak di depan penegak hukum, undang-undang dikangkangi di depan pembuat Undang-undang, Perda diludahi di depan mereka yang membuat kebijakan!!! Dan mereka semua hanya bisa diam seperti singa ompong tunduk takluk terhadap PT Duta Palma!!!

Saya katakan pada mereka di dalam ruangan itu, kalian semua seperti singa ompong hanya bisa tersenyum kecut tanpa keberanian untuk bertindak tegas terhadap PT Duta Palma!!!

Saat itu kami tidak punya pilihan selain melakukan aksi!

____________________________________________________________________________________

Saudaraku semua….

Saya pribadi sebelum memutuskan untuk turun langsung memimpin aksi saat itu, dengan rasa bersalah saya meminta izin kepada istri dan anak-anak saya, setelah melalui perdebatan panjang dengan mengusap air mata, istri saya mengatakan, “Jika kamu merasa ini jalan yang benar, maka lakukanlah”. Beliau akhirnya merestui; anak-anak dengan wajah polos hanya menatap kami dengan ketidakmengertian, dengan restu keluarga saya maju tanpa beban sedikit pun!

Saya sudah tahu konsekuensinya. Saya sudah menduga akan terjadi kriminalisasi terhadap perjuangan ini; 3 kali mendapat ancaman penculikan; 2 kali ancaman pembunuhan, tidak melemahkan sedikit pun mental saya untuk turun bersama teman-teman menuntut keadilan!

18 hari kami aksi mogok damai tanpa melakukan kejahatan apa pun, semua fasilitas perusahaan kami jaga dengan baik, tim-tim utusan perusahaan dan pejabat serta aparat dari TNI juga POLRI yang datang kami sambut dengan sangat baik, Kami diskusi bincang hangat, melalui 18 hari tersebut dengan damai bahkan kami pun bisa tertawa bersama seperti teman dekat dan saudara saat itu.

18 hari kami mengalami berbagai peristiwa pahit, serangan dari preman-preman bayaran perusahaan, oknum kopassus beking perusahaan, sampai diintai melalui udara lewat drone yang dikendalikan perusahaan!!! Hanya untuk menangkap saya dengan cara apapun!!!

Namun kami menghadapi semua itu dengan tenang, kami selalu mengalah, kami berusaha menjaga agar massa tidak terpancing emosinya, dan kita harus bisa memberi contoh serta menunjukan bahwa kita bukanlah orang-orang yang jahat dan arogan seperti yang dituduhan mereka selama ini!!!

Kita tidak sama dengan mereka (Perusahaan)!!! Kita berjuang melalui cara-cara yang diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan!!! Saya selalu sampaikan hal itu pada massa di lapangan.

Hingga hari ke 19 kejadian, yang saya hindari tersebut benar-benar terjadi, pecah keributan antara pihak kami dengan aparat Polres Bengkayang yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bengkayang. Inilah yang membuat saya berada di tahanan saat ini.

Saya sering berpikir di dalam penjara, seandainya saat itu saya terima “tawaran perusahaan” mungkin saya ini sudah healing-healing bersama anak istri menggunakan mobil idaman dan tinggal di rumah milik sendiri, seperti permintaan istri saya pengen punya rumah sendiri (😅😅😅).

Saya tidak akan berada di posisi saat ini, terbebani oleh pikiran tentang nasib kawan-kawan saat ini, apa yang akan terjadi pada mereka nanti setelah saya ditahan. Bagaimana mereka tanpa saya, apakah akan tetap solid dan tidak terpecah belah nantinya. Saya khawatir tentang nasib mereka!!!  Saya yang memimpin mereka dan saya yang harus bertanggung jawab terhadap nasib mereka. Dan pikiran juga perasaan ini sangat sakit.

Saya tidak akan merasakan sakit hati  oleh penghianatan beberapa orang yang dulu saya anggap baik!

Saya juga berpikir tentang masa depan anak istri saya, namun saya yakin anak istri saya adalah orang-orang yang tegar dan siap menjalani keadaan ini! Saya berusaha menghibur diri sendiri agar tidak terbawa suasana saat sidang (😅😅😅).

__________________________________________________________________________________

Terakhir…. izinkan saya untuk menyampaikan beberapa pesan:

Saudaraku semua…..

Sudah menjadi rahasia umum bahwa oknum-oknum penegak hukum di kepolisian, kejaksaan bahkan lembaga peradilan dengan berbagai tingkatan tidak pernah bisa lepas dari yang namanya pungli kelas teri hingga suap kelas kakap!!!

Inilah inti dari permasalahan kita bersama.

Teman-teman jangan hanya fokus untuk mencari keadilan buat saya, karena masalah saya sangat kecil jika dibandingkan dengan masalah kita bersama yaitu: kerusakan sistem  birokrasi pemerintah daerah, juga kejahatan mafia peradilan!!! Ini yang harus masyarakat ambil perhatian serius untuk ditumpas agar kejadian -kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang yang berpotensi menimpa  anak cucu kita dan siapa saja!!! Hari ini menimpa saya, besok lusa bisa kalian semua yang mengalami ini!!!

Keributan tgl 19 bukanlah keributan yang terjadi secara alami. Ini sudah direncanakan dan disusun dengan rapi oleh oknum-oknum yang terlibat dalam konspirasi ini. Teman-teman bisa perhatian video sebelum terjadi keributan, saat anggota Polres Bengkayang menembakan gas air mata disertai mengambil langkah mundur secara teratur seperti telah dikomandoi!!! Mereka mundur sebelum massa melempar ke arah mereka: ini bukan SOP mereka; ini skenario yang tersusun agar terlihat dalam video seolah mereka diserang terlebih dahulu. Video tersebut harusnya bisa menjadi langkah awal untuk mengungkap siapa dalang di balik keributan ini!!! 18 hari kami mogok damai, perusahaan tidak bisa beroperasional dan Poles Bengkayang kehabisan akal untuk menangkap kami karena kami tidak pernah melakukan perbuatan pidana, maka skenario keributan inilah yang paling tepat untuk menjerat saya ke dalam perbuatan pidana!  Inilah poin penting yang menjadi kewajiban kita bersama: ungkap dan bongkar kejahatan-kejahatan rekayasa seperti ini!!! Jika ini terus terjadi dan kita biarkan, maka kepolisian di negara ini  akan tetap bobrok dan korbannya adalah masyarakat seperti kita ini!!!

Para anak-anak muda dan guru-guru senior saya, serta aktivis-aktivis juga media dan  semua yang hadir saat ini,  jika kita peduli dengan keadilan, jika kita peduli dengan nasib bangsa ini, maka kita harus berani teriakan itu tanpa memandang status apa pun.

Jika orang-orang yang berani bersuara memperjuangkan keadilan, menantang kezholiman, kita biarkan orang itu dikriminalisasi terus, kita biarkan dia sendirian, dan kita hanya menjadi penonton!!! Maka kelak ke depannya tidak akan ada lagi orang-orang yang berani melakukan itu karena akan selalu kalah oleh oligarki, mafia hukum aparat busuk juga penguasa yang zholim!!!

Keadilan akan mati…. tinggal slogan tanpa nisan….!!!

Masyarakat akan selalu terintimidasi oleh hukum yang bisa diatur suka-suka sesuai pesanan kolongmerat!!! Mau dibawa kemana nasib bangsa ini???

Apakah kita semua telah lupa bahwa bangsa Indonesia merdeka berkat jasa -jasa para pejuang yang berani mengorbankan jiwa raganya untuk meneriakan kemerdekaan Indonesia???

Apakah kita semua telah lupa bahwa kita semua bisa berada di sini, memiliki kebebasan berpendapat, kemerdekaan, bisa menjadi TNI, Polri, jaksa, hakim, karena jasa pahlawan-pahlawan yang berani menentang penjajahan???

Jika dahulu pahlawan-pahlawan kemerdekaan tidak didukung oleh rakyat Indonesia, apakah kita masih bisa berada di sini menikmati kemerdekaan ini??? Saya dan teman-teman yang berjuang saat ini bukanlah pahlawan seperti yang disebutkan di atas!!! Kami juga tidak ingin disebut pahlawan!!!

Kami hanya kelompok masyarakat kecil yang mencontoh perbuatan, semangat serta keberanian pahlawan -pahlawan kemerdekaan bangsa ini!!! dan kami sangat menghargai jasa pahlawan tersebut, tanpa mereka kita tidak akan berada pada saat ini!!

Dahulu kala pahlawan kemerdekaan bangsa ini berani menghadapi penjajah dengan senjata seadanya, berperang, tumpah darah meninggalkan anak istri mereka, mati syahid tanpa meminta balas jasa dari kita anak cucunya. Perjuangan mereka lebih berat dari perjuangan kita semua saat ini!!

Hari ini kita berjuang hanya perlu melawan dengan berteriak, tanpa senjata, tanpa tumpah darah hanya dengan kepedulian???  Apakah itu berat bagi kita? Dahulu kita melawan beberapa negara penjajah, dan kita mampu!!!

Hari ini kita hanya melawan seorang Surya Darmadi dan beberapa peliharaannya, apakah kita tidak mampu???

Ke mana semangat bangsa ini yang dulu??? Kemana perginya jiwa-jiwa patriot penerus bangsa ini??? Apakah sudah tidak ada lagi kepedulian dari anak-anak muda, mahasiswa penerus bangsa? Kalian lah yang kelak akan memimpin bangsa ini, jika kalian tidak peduli bagaimana kalian bisa berbicara tentang keadilan???

Kami mohon jangan biarkan kami sendirian dalam perjuangan ini!!!

Jangan pernah merasa iba dengan seorang Mulyanto karena dia manusia yang tegar!!!

Tapi pedulilah terhadap nasib ribuan dari mereka yang menunggu untuk dibantu! Atau kita semua akan melihat mereka mati perlahan… Meninggalkan cerita yang tak usai, serta membawa semua benih-benih jiwa yang berani. Sehingga tidak akan lahir lagi anak-anak dari rahim seorang ibu, yang berjiwa berani penerus bangsa yang siap mati!!

Hari ini Kita tidak berbicara tentang nama Mulyanto!

Hari ini kita berbicara tentang keadilan bangsa ini yang sekarat menunggu mati!!

Mohon bantulah mereka!!!

Mulyanto

*Tulisan ini ditulis oleh Mulyanto dari dalam penjara, yang ia bagikan lewat secarik kertas pada Kamis, 30 Mei 2024 pada kawan-kawan yang hadir dalam persidangannya

Pin It on Pinterest