Dalam 2 bulan terakhir (Maret dan April), Jaringan TPOLS tidak hanya merespons isu-isu global seperti eskalasi perang di Timur Tengah, tetapi juga mengeksplorasi ancaman dan dampaknya secara beruntun terhadap buruh dan petani. Hal ini terangkum dalam Pernyataan Sikap Bersama May Day oleh Jaringan TPOLS pada akhir April 2026. Selain itu, Sekretariat TPOLS juga sedang menjajaki perencanaan dan pengembangan riset, kampanye, dan penguatan aliansi, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Kampanye Global dan Nasional
Anti-Imperialisme dan Hegemoni Amerika Serikat
Sepanjang Maret hingga April 2026, terutama dalam grup WhatsApp (WA), Jaringan TPOLS menunjukkan solidaritas kuat terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di tingkat nasional dan global. Perhatian utama tertuju pada eskalasi konflik di Timur Tengah; Jaringan TPOLS secara aktif mengecam agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap kedaulatan Iran dan Palestina. Beberapa organisasi aktif membagikan konten kampanye dari International League of Peoples’ Struggle (ILPS) mengenai anti-imperialisme, serta mengadakan diskusi online untuk mengupas dampak ekonomi dan politik dari eskalasi perang di Timur Tengah terhadap buruh dan petani. Protes juga ditujukan terhadap keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang dinilai dapat memperkeruh masalah, serta penolakan terhadap latihan militer gabungan “Balikatan 2026” di Filipina.
Perampasan Lahan, Kriminalisasi, dan Pelanggaran HAM
Kecaman terhadap eskalasi perang di Timur Tengah juga beririsan dengan maraknya konflik agraria dan pelanggaran HAM di berbagai wilayah. Beberapa kampanye konflik agraria digaungkan di Jaringan TPOLS, di antaranya penggusuran paksa petani di Luwu Timur atas nama Proyek Strategis Nasional (PSN), penolakan ekspansi sawit di Desa Lonu Raya (Buol), serta perampasan lahan dan skandal pelanggaran HAM oleh Grup Socfin yang dituangkan dalam Siaran Pers Bersama pada 5 Maret 2026.

Siaran Pers Bersama: Dana Pensiun Norwegia Menarik Investasi dari Bolloré Karena Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Perkebunan (5 Maret 2026)
Grup WA TPOLS juga menjadi wadah pertukaran informasi terkait ancaman pelanggaran HAM bagi petani, buruh, maupun aktivis HAM dan lingkungan, di antaranya: laporan APNED tentang pembunuhan di luar hukum (extrajudicial killing) terhadap pejuang iklim, SUARAM’s Malaysia Human Rights Report 2025, penggalangan petisi untuk menuntut keadilan bagi Andrie Yunus (KontraS), serta seruan pembebasan pejuang Serikat Tani Aceh Utara. Di Filipina, rentetan pelanggaran HAM telah mencapai titik kritis, termasuk pembunuhan jurnalis komunitas RJ Ledesma, manipulasi narasi oleh pihak militer Filipina (NTF-ELCAC), serta berbagai praktik kriminalisasi dan represi oleh pemerintah setempat.
Solidaritas Lintas Sektor
Pendalaman krisis perburuhan menyebar di berbagai sektor, terutama terkait peningkatan beban kerja dan ancaman PHK. Jaringan TPOLS menjadi wadah pertukaran informasi dan penggalangan solidaritas lintas sektor, di antaranya: (1) Transportasi & Logistik: Solidaritas untuk perjuangan buruh sopir PT Tiga Berdikari Abadi (KPBI); (2) Kawasan Berikat & Garmen: Solidaritas untuk perjuangan buruh perempuan PT Amos KBN Cakung; (3) Kawasan Industri Tambang: Solidaritas untuk perjuangan buruh Kawasan Industri Bantaeng (KIBA / PT Huadi Nickel Alloy); (4) Pendidikan: Solidaritas untuk Serikat Pekerja Kampus (SPK) terkait pengajuan Uji Materi (Judicial Review) UU Guru dan Dosen ke Mahkamah Konstitusi.
Peringatan IWD, IWMD, dan May Day 2026
Peringatan International Women’s Day (IWD), 8 Maret 2026
Menjelang IWD 2026, Jaringan TPOLS saling berbagi konten kampanye IWD terkait perjuangan perempuan. Berbagai konten tersebut di antaranya: pernyataan sikap Solidaritas Perempuan terhadap Perjanjian ART dan BoP, reportase Majalah Sedane terkait Aksi IWD di Jakarta yang menegaskan bahwa IWD lahir dari perlawanan buruh perempuan terhadap kapitalisme, serta video pendek refleksi sejarah “Kebun 8 Maret” era 1960-an untuk menyoroti peran perempuan dalam mewujudkan kedaulatan pangan keluarga di tengah krisis.
Peringatan Hari Perkabungan Buruh Sedunia (IWMD), 28 April 2026
Peringatan IWMD 2026 merupakan momen refleksi kritis terhadap kondisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang semakin memprihatinkan di Indonesia. TPOLS berkolaborasi dengan LION Indonesia, Sawit Watch, dan Rasamala Hijau Indonesia, menyelenggarakan diskusi online pada 26 April 2026 dengan topik “BURUH BEKERJA, BUKAN MENJUAL NYAWA!”.
Selain pemaparan dari para pembicara yang menyoroti kondisi K3 nasional di sektor industri nikel dan perkebunan sawit, beberapa peserta yang hadir juga aktif berbagi informasi terkait kondisi K3 di berbagai sektor lain, seperti manufaktur dan konstruksi. Pada 28 April 2026, berbagai konten kampanye dibagikan, termasuk foto aksi IWMD 2026 oleh FBTPI dan FSBPI di KBN Marunda.
Tuntutan May Day 2026: Pernyataan Sikap Bersama Jaringan TPOLS
Dalam menyambut May Day 2026, Jaringan TPOLS menyelenggarakan diskusi online guna mengeksplorasi masalah agraria dan perburuhan terkini untuk merumuskan tuntutan-tuntutan May Day 2026. Berbagai perwakilan dari serikat buruh, serikat tani, aktivis perempuan, dan aktivis lingkungan terlibat aktif dalam diskusi dan menyatakan tuntutannya.
Hasil diskusi menemukan kesimpulan serupa: menguatnya tren perampasan lahan, ancaman PHK massal, dan informalisasi perburuhan (Buruh Harian Lepas/BHL, PKWT, dan outsourcing). Hal ini menghasilkan tuntutan-tuntutan utama seperti penolakan upah murah, penghapusan outsourcing dan pemaksaan PKWT, penghentian PHK dan mutasi sepihak, hingga penghentian perampasan lahan, yang dituangkan dan dipublikasikan dalam Pernyataan Sikap Bersama May Day 2026. Menjelang May Day 2026, Jaringan TPOLS juga aktif membagikan konten kampanye dan pernyataan sikap dari berbagai organisasi.

MAY DAY 2026: Pernyataan Sikap Bersama Jaringan TPOLS (30 April 2026)
Pengembangan Kapasitas, Rencana Riset Aksi, dan Penguatan Aliansi
Peningkatan Kapasitas Advokasi
Dalam upaya memperkuat keterampilan advokasi, Koalisi Socfin-Bollore (jaringan internasional) mengajak Jaringan TPOLS untuk bergabung dalam sesi belajar online mengenai “Keterampilan dan Pengalaman dalam Bernegosiasi dengan Pengambil Keputusan (perusahaan, instansi pemerintah, dll.)” pada 22 April 2026. Sesi belajar ini juga dihadiri oleh jaringan dari Afrika dan Kamboja. Koalisi Socfin-Bollore memfasilitasi pertukaran belajar advokasi, mendistribusikan modul pelatihan, serta melakukan pengisian formulir evaluasi setelah acara.
Rencana Pengembangan Riset Gizi dan Beban Kerja, serta Penguatan Aliansi Lokal
Selain berfokus pada eksplorasi masalah perburuhan dan agraria untuk dikampanyekan bersama, Sekretariat TPOLS sedang menjajaki kolaborasi pengembangan riset atau survei gizi rumah tangga buruh. Program ini merupakan lanjutan dari survei utang tahun lalu dan rencananya akan dilaksanakan pada tahun ini. Di samping itu, Sekretariat TPOLS juga sedang mengeksplorasi potensi kolaborasi dalam rangka penguatan aliansi antara buruh dan petani untuk pengembangan agenda-agenda berikutnya, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
