Sepanjang Agustus hingga pertengahan September 2025, selain melanjutkan agenda pertukaran belajar dan pengembangan aliansi lokal dan internasional, Jaringan TPOLS juga merespon isu-isu yang sedang mencuat di Indonesia, terutama aksi protes rakyat terhadap ketidakadilan elite dan sistem politik serta brutalitas dan kriminalisasi oleh pasukan gabungan TNI-Polri terhadap massa aksi pada akhir Agustus 2025. Setidaknya terdapat 3 bentuk aktivitas utama yang teridentifikasi oleh Sekretariat TPOLS, yaitu: (1) Pertukaran dan penguatan aliansi lokal dan internasional; (2) kampanye dan penguatan solidaritas internasional; dan (3) open donasi (buku dan mainan anak) dan pengembangan bahan belajar.
Pertukaran Belajar dan Penguatan Aliansi Lokal dan Internasional
- Pertukaran Belajar dan Penguatan Aliansi Lokal
Pada tanggal 21-24 Agustus 2025, Sekretariat TPOLS mengikuti agenda pendidikan terkait hak-hak dasar perburuhan bagi anggota dan pengurus Serikat Pekerja Sawit Indonesia (SEPASI) PT. Kruing Indah Utama (KIU) milik PT. Makin Group di Kalimantan Tengah. Agenda pendidikan ini juga dihadiri oleh pengurus Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK) Kalimantan Barat dan Sawit Watch (SW). Selain pertukaran belajar terkait masalah-masalah perburuhan, agenda ini juga bertujuan membangun aliansi lintas wilayah (Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat) untuk bersama-sama mempelajari dan mengadvokasi masalah-masalah perburuhan.
Selain agenda pertukaran yang sudah terlaksana, Sekretariat TPOLS juga sedang terlibat secara online dalam perancangan dan persiapan agenda pertukaran belajar dan penguatan aliansi lokal di Riau dan Sulawesi Tengah, yang akan dlaksanakan di akhir September 2025.
Agenda pertukaran belajar di Riau dirancang dan dipersiapkan bersama oleh Federasi Serikat Pekerja Industri Perkebunan Sawit Indonesia (FSP IPSI), Litoral Indonesia, SW dan Sekretariat TPOLS. Rencana agenda kolaborasi belajar ini meliputi: (1) kegiatan pemeriksaan masalah-masalah air bersama buruh dan masyarakat sekitar perkebunan; dan (2) pendidikan masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi anggota dan pengurus FSP IPSI.
Agenda pertukaran belajar di Sulawesi Tengah dirancang dan dipersiapkan bersama oleh Forum Petani Plasma Buol (FPPB), Jaga Deca, AGRA, LIPS dan Sekretariat TPOLS. Rencana agenda kolaborasi belajar ini, yang berfokus pada pemeriksaan masalah-masalah petani plasma, mengundang perwakilan komunitas petani plasma dari tujuh kabupaten di Sulawesi Tengah dan Kalimantan. Selain pertukaran belajar, agenda ini juga bertujuan membangun aliansi lokal lintas wilayah untuk mengadvokasi masalah-msaalah yang dialami petani plasma.
- Pertukaran Belajar dan Penguatan Aliansi Internasional
Setelah informasi tentang advokasi Draft Akta Skim Perumahan Pekerja Ladang yang disusun Jawatankuasa Sokongan Masyarakat Ladang (JSML) ramai direspon di grup WhatsApp TPOLS, Sekretariat TPOLS menyelenggarakan diskusi publik dengan topik “Kenapa Buruh Lebih Butuh Jaminan Tempat Tinggal Ketimbang Anggota DPR?”, dengan narasumber dari Malaysia dan Indonesia (JSML, KPBI dan Serbuk Kalimantan Barat) yang saling berbagi pengalaman dalam mengadvokasi hak buruh terkait jaminan tempat tinggal, ruang bersama dan lingkungn yang layak bagi rumah tangga buruh, di ruang zoom pada 6 September 2025. Diskusi publik ini juga bertujuan merespon dan bersolidaritas terhadap gejolak aksi massa di Indonesia yang memprotes tunjangan-tunjangan fantastis anggota DPR, sementara perjuangan buruh untuk menuntut jaminan tempat tinggal, fasilitas dan lingkungan yang layak selalu diabaikan oleh para elite politik.
Diskusi Publik: "Kenapa Buruh Lebih Butuh Jaminan Tempat Tinggal Ketimbang Anggota DPR?", Ruang Zoom, 6 September 2025.
Pada Agustus 2025, Sekretariat TPOLS juga menjajaki potensi pertukaran belajar dengan The Southern Peasants’ Federation of Thailand (SPFT), sebuah gerakan petani dan buruh yang tidak memiliki tanah di wilayah selatan Thailand yang memperjuangkan penguasaan lahan kolektif untuk dikelola bersama. Pada 10 September 2025, Sekretariat TPOLS, SW, GRAIN dan SPFT melakukan diskusi perkenalan di ruang zoom untuk menjajaki pengembangan agenda pertukaran belajar di Jaringan TPOLS, terutama terkait pengorganisasian petani dan buruh, pengelolaan lahan kolektif, dan penguatan aliansi.
Kampanye dan Penguatan Solidaritas Internasional
Aksi massa yang memprotes tunjangan anggota DPR juga menarik perhatian besar di Jaringan TPOLS, terutama setelah menguatnya tindakan brutal dan kriminalisasi oleh pasukan gabungan TNI-Polri terhadap massa aksi, yang tidak hanya memakan korban nyawa tetapi juga banyak peserta aksi yang ditangkap dan dirawat. Jaringan TPOLS merilis pernyataan sikap bersama “Solidaritas Internasional untuk Mengakhiri Kekerasan dan Brutalitas Negara” pada 30 Agustus 2025. Berbagai organisasi internasional dari berbagai benua memberikan dukungan solidaritas. Selain pernyataan sikap bersama, Jaringan TPOLS juga saling membagikan dukungan solidaritas dalam beragam bentuk, seperti penyataan organisasi, video dan poster, di grup WhatsApp TPOLS.
Selain itu, Jaringan TPOLS juga sedang merencanakan kampanye “Hari Internasional Melawan Perkebunan Monokultur” pada 21 September 2025, yang akan dirangkai dengan peringatan “Hari Tani Nasional” di Indonesia pada 24 September 2025. Rencana rangkaian kampanye nasional dan internasional ini menjadi perhatian beberapa organisasi di Jaringan TPOLS karena memiliki relevansi masalah dengan kasus-kasus yang dialami, dari tahap perampasan lahan komunitas, tahap produksi yang mengeksploitasi dan merugikan buruh atau petani plasma, hingga tahap penghancuran ekosistem dan marginalisasi komunitas. Rangkaian kampanye ini juga merupakan respon terhadap meluasnya krisis pangan seiring meningkatnya komodifikasi lahan dan pangan di berbagai penjuru dunia.
Open Donasi (Buku dan Mainan Anak) dan Pengembangan Bahan Belajar
Sejak awal Agustus 2025, Sekretariat TPOLS membuka “Open Donasi Buku dan Mainan Anak”. Berbagai jenis buku dan mainan edukatif sudah banyak terkumpul, yang nantinya akan didistribukan ke jaringan TPOLS di berbagai lokasi perkebunan sawit, seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Papua. Dengan banyaknya permintaan di Jaringan TPOLS, Open Donasi ini tetap dibuka tanpa batas waktu.
Selain itu, Sekretariat TPOLS juga menfasilitasi pengembangan bahan belajar yang sesuai dengan masalah-masalah yang dialami di Jaringan TPOLS, seperti penerjemahan buku saku “Janji, Pecah Belah, Intimidasi, dan Pemaksaan: Taktik yang Digunakan Perusahaan Sawit untuk Merebut Tanah Masyarakat”, dan produksi Video “Sembilan Alasan Menolak Pertanian Kontrak/Kemitraan Plasma”. Kedua bahan belajar ini merupakan hasil pembelajaran dari Jaringan TPOLS di berbagai negara. Sekretariat TPOLS juga mengajak jaringan TPOLS untuk mengidentifikasi dan merencanakan pengembangan bahan-bahan belajar yang dibutuhkan.
Buku Saku: Taktik-taktik Perusahaan Sawit untuk Merebut Lahan Masyarakat


